Minggu, 09 Desember 2018

Jarik Batikku Kebanggaanku


“Dasar wong ndeso!! “ , “Masa’ istri bule gendong anaknya pake jarik batik “ . Begitulah beberapa temanku mengomentari foto-foto di facebook ku yang menggambarkan aku sedang menggendong anakku menggunakan kain batik atau yang lebih dikenal dengan sebutan jarik. Sepertinya saat itu belum musim yang namanya program berbatik ria setiap hari jumat demi menunjukkan bahwa batik memang kepunyaan negeri kita bukan kepunyaan negeri tetangga kita.
Padahal sebenarnya harus diakuilah banyak juga lho orang kita yang malu pakai batik untuk dipakai sehari-harinya termasuk malu menggendong anaknya menggunakan jarik batik. Alasannya macam-macam, ada yang bilang jarik itu kuno, ketinggalan zaman, ndeso koyok simbah-simbah di kampung, lebih parah lagi ada yang menghina seperti iklan di TV “Harree Guinii masih pakai jarik?? Capeee deeh..”

Aku adalah ibu dari tiga orang anak dan dari mereka usia bayi aku menggendong anakku dengan gendongan jarik batik, tak peduli lagi apa kata orang lain yang melihatku. Memang sekarang banyak dijual gendongan kangguru, katanya lebih mudah penggunaannya seperti kita memakai tas ransel, mau gendong ke depan bisa, mau gendong ke belakang oke sajalah. Suka-suka yang mau gendong. Tapi... Tetap saja menurutku gendongan kangguru lebih rumit cara pakainya ketimbang jarik batik. Aku lebih suka jarik batik karena cara memakainya, sangat sederhana dan yang pasti niih.. bisa menyembunyikan bayi yang sedang menyusu ASI. Aku menggendong pakai jarik hanya sampai umur anak 2 tahun, jadi setelah lepas masa menyusui anak sudah tidak pakai jarik tapi gendongan yang lain ala backpacker, tentu saja tidak banyak menggendong anak lagi karena dia sudah bisa jalan kaki sendiri.

Kebiasaan menggendong anak pakai jarik batik pun tetap kulakukan saat mudik ke negeri suami di Hungary. Beberapa teman yang bule dan mereka juga mempunyai bayi terheran-heran melihatku menggendong bayiku dengan kain yang menurut mereka ukurannya pendek cuma 2 meter dan cara mengikat kain pun mudah sekali, lha iyalah di Eropa sana juga ada lho ibu-ibu yang memakai gendongan kain untuk bayinya, hanya saja kainnya jauh lebih panjang, mungkin 2x panjang jarik, dan cara ikatnya lebih rumit dari jarik, dikarenakan mereka lebih mengutamakan keselamatan bayi, malah terkadang butuh bantuan orang lain tuk memasukkan sang bayi ke dalam gendongannya.
Ketika mereka melihatku menggendong bayiku, mereka bertanya “apakah tradisi di negeriku menggendong bayi dengan jarik? Apakah tidak takut bayinya jatuh? Amankah untuk sang bayi?” Ya kalau dipikir-pikir memang tradisi dari zaman likiplik kali ya.. ibu-ibu di Indonesia kalau gendong bayinya pakai jarik dan aman-aman saja tuh..  :) 
Ibu-ibu bule itu mengetahui bayiku menyusu dan setelahnya tertidur nyenyak tetap berada dalam gendonganku. Mereka menjadi tertarik dan ingin memiliki jarik dan belajar cara menggunakannya. Oi..Oi.. betapa bangganya aku saat itu.  :) Untunglah aku membawa 2 jarik yang masih baru, yang tadinya ingin kupakai sendiri sebagai gonta-ganti akhirnya kuberikan kepada mereka. Mereka menyukai kain dan corak batik tersebut. Wow..
Di Hungary ada sebuah danau terbesar di negeri itu namanya Balaton, pernah suatu ketika aku duduk ditepiannya sambil menyusui anak dalam gendonganku. Tiba-tiba datang seorang laki-laki bule dan bertanya “ Apakah kamu orang Indonesia?”. Aku tersentak kaget dan dalam hati aku berseru “OMG, sebulan lebih aku di negeri ini, tidak pernah bertemu sesama orang Indonesia dan sebulan lebih ini aku hanya berbicara Bahasa Indonesia hanya dengan suami dan anak-anakku, tetapi sekarang ada orang bule bicara bahasa Indonesia denganku”. Akhirnya kujawab iya aku orang Indonesia. Lalu dia memanggil istrinya yang kebetulan saat itu memakai busana batik, rupanya mereka baru pulang dari pesta dan sudah seperti orang kita saja kalau ke acara resmi pakaiannya batik. :)
Rupanya mereka mengenaliku dari gendongan jarik, cara menggendong juga khas Indonesia katanya J Mereka senang sekali berjumpa denganku, beberapa kali sang istri mencium pipiku, mungkin kerinduan akan Indonesia membuatnya seperti itu. Aku pun juga senang rasanya seperti berjumpa orang sebangsa di negeri antah berantah.
Pernah juga suatu ketika aku bersama anak-anakku jalan-jalan di daerah perbelanjaan di pusat kota Budapest, tiba-tiba ada sepasang turis bule senyam-senyum dan menghampiriku, mereka jg bertanya apakah aku berasal dari Indonesia. Kujawab iya, mereka senang sekali jumpa denganku. Rupanya mereka sepasang bule dari Amerika yang sedang berlibur keliling Eropa. Mereka cerita kalau mereka pernah berwisata ke Indonesia, mereka suka Jogjakarta bukan Jakarta lho..weis... Mereka juga suka Bali, Lombok, mereka juga berharap suatu saat nanti akan datang lagi ke Indonesia. Mau tahu bagaimana mereka mengenaliku? Yup.. gendongan jarik itulah yang mereka kenali dari Indonesia. Begitulah.. terkadang tak terduga di negeri orang lain ada yang mengenali kebangsaanku hanya dari gendongan jarik yang kupakai.

Hingga anak ke tiga kemana-mana aku tetap bangga menggendong anakku dengan jarik, tak peduli tatapan hina orang lain. Hina? Eh gak percaya.. coba deh ke mall lalu hitung ada berapa ibu-ibu yang pakai gendongan jarik, sedikit kan?
Kalau lagi kedinginan ginih, kain jarik juga bermanfaat menjadi syal lho.

Bagaimana dengan kalian? Kuharap jangan malu tuk memakai batik, tidak hanya busananya, pakailah juga gendongan jarik batik tuk menggendong anak tercintamu, ciri khas bangsa juga lho... Ingat tiap hari Jumat, jangan lupa pakai batik ya... prikitiew.. :)


semua foto: dokumen pribadi
Tulisan ini sudah pernah publish di sini

Sabtu, 08 Desember 2018

Sepenggal Kisah Yang Terulang



Lambaian tanganmu & senyummu mengingatkanku pada sepenggal kisah

"Daaa... Ibuuu.." Engkau berdiri tepat di samping ranjang. Kulihat wajahmu yang cantik dengan rambut sebahu seraya melambaikan tangan, tersenyum manis sekali, lalu pergi meninggalkanku yang tak berdaya yang hanya mampu menggerakkan sedikit jari-jariku tuk membalas lambaianmu tanpa mampu berkata sepatah kata pun. Seketika perasaanku sedih melihatnya menjauhiku. 
"Ibu, tarik nafas yaa.. Kami akan berikan suntikan bius total dan operasi kuretase akan segera dilaksanakan," kata dokter kepadaku. Setelah itu aku tak tahu lagi  apa yang terjadi selama proses operasi. 
" Apakah operasi sudah selesai?", aku bergumam.
"Oh syukurlah ibu sudah sadar, operasinya sudah selesai, saya akan cek tensi ibu pasca operasi yaa.." jawab perawat yang tugas di  ruang itu. Hhhhmm... Rupanya operasi sudah selesai, aku harus menjalani operasi kuretase ini setelah pada usia 3 bulan kehamilanku sudah dipastikan tanpa janin, 'Blight Ovum' istilah kedokterannya.
Ahhh... sudah tak kupedulikan apa kata perawat tersebut, pikiranku galau, mengembara ke peristiwa sebelum operasi tadi. Rasa sedih memenuhi ruang hatiku. Wajah gadis cilik di ruang operasi tadi menghantuiku. Nak, siapa engkau? Wajahmu tak asing bagiku. Kita sepertinya kenal dekat. Kiranya engkaukah bakal putriku seharusnya? Kiranya anak perempuankah yang akan terlahir 6 bulan mendatang ? Tuhan, apakah kiranya wujud seperti itukah yang terlahir bila kandunganku baik-baik saja? Wajahmu cantik sekali nak, ah ya.. mirip wajah  abangmu bila memakai wig. Senyummu manis sekali, mirip senyumku saat bercermin atau saat di foto. Rambutmu lurus seperti rambut bapakmu, tidak keriting seperti rambutku. Kamu cantik seperti artis cilik di televisi. Sekarang kamu dimana nak? Ibu ingin jumpa lagi walau cuma sebentar saja. Hilangkanlah kesedihan di hati ibumu ini nak. Kesedihan karena harus melepasmu.
Samar terdengar suara langkah sepatu mendekatiku, "Ibu, operasinya berjalan baik, sekarang ibu istirahat, jangan banyak pikiran dan khawatir yaa.. biasanya 3 bulan setelah ini ibu bisa hamil lagi." Kata dokter yang membesukku, ia baik membesarkan hatiku.
Benarlah kata dokter, selang 3 bulan kemudian aku hamil lagi, kali ini aku merahasiakan kehamilanku pada siapapun kecuali suamiku. Ia sangat mengerti perasaanku yang takut akan kehilangan anak lagi. Setelah  melewati 7 bulan barulah kukabari keluarga besarku  akan kabar bahagia ini. Untunglah mereka mau mengerti pula mengapa aku merahasiakan dulu berita gembira ini.
Dan akhirnya waktu yang dinanti telah tiba, putriku lahir dengan selamat, ia bayi yang lucu, betapa kami  sangat senang dan menyayanginya. Aku lebih senang karena aku sekarang sudah mempunyai sepasang anak, laki-laki dan perempuan. Lengkaplah sudah kebahagiaanku. Hari-hariku kini terisi oleh suara anak-anak, hidupku kuabdikan pada rumahtanggaku, kulepas karirku demi keluarga kecilku. Dunia anak-anak memenuhi ruang waktuku, rasa-rasanya waktu 24 jam masih kurang demi memenuhi tugas seorang ibu. Kadang mereka menangis, kadang mereka tertawa, kadang mereka berteriak. Begitupun aku, kadang harus marah melerai anak-anak yang bertengkar, kadang kami tertawa bersama saat bermain ataupun menonton film di TV atau di  bioskop. 
Tugas seorang ibu melelahkan  tapi sangat menyenangkan pula, ada kepuasan tersendiri manakala melihat mereka mulai mandiri sedikit demi sedikit. Tanpa terasa putraku sudah berumur 8 tahun dan putriku sudah berumur 4 tahun. 
" Daaa... Ibuuu... aku pergi sekolah dulu yaa.. cepat sembuh ya buuu.." Putriku berdiri di samping ranjangku, berpamitan dan melambaikan tangannya lalu meninggalkanku yang terbaring lemah tak berdaya ini. Kata dokter aku kelelahan dan butuh istirahat total kurang lebih satu minggu. Sudah lama aku tidak pernah sakit seperti ini.
 Tapii... Tunggu sebentar.. Lambaian tangan dan wajah putriku barusan mengingatkanku pada sepenggal kisah, kisah siapa? kisah yang seperti terulang kembali. Oh Tuhan... Lambaian tangan dan wajah putriku mirip dengan gadis kecil di ruang operasi dulu, 5 tahun yang lalu gadis itu  juga melambaikan tangan dan tersenyum saat berpamitan meninggalkanku. Wajah gadis kecil itu tergambar mirip di wajah putriku. Anakku, maafkan ibumu ini nak, ibu tak bermaksud melupakanmu selama ini, terimakasih ibu bisa melihatmu di wajah adikmu. Percayalah ibu selalu mencintaimu di dalam lubuk hati ibu. Tuhan, jangan Kau ambil lagi  nyawa  putriku, berilah aku waktu tuk merawat dan menyayanginya, panjangkanlah umur anak-anakku, tercapaikanlah cita-citanya, bahagiakanlah kami dunia dan akhirat . Amiin. 
136328307163555907


Semua foto dokumentasi pribadi

Fiksi ini pernah publish di sini

Rabu, 10 Mei 2017

Asyiknya Wisata Keluarga di Transera Waterpark

“Asyiiik, kita mau pergi berenang besok ! “ seru ketiga anakku, riang gembira semuanya.
Dengan semangat tinggi mereka menyiapkan barang-barang yang ingin mereka bawa besok. Baju renang, kacamata renang, baju ganti, handuk, shampoo, sabun. Wah pokoknya heboh seperti biasanya bila ingin berenang.

“ Ibu bilang janjian sama teman-teman jumpa di sananya dan wahana renang kali ini kita belum pernah kunjungi,” cerita sulungku ke adik-adiknya.
“ Wah pasti seru banget nih, jadi tak sabar ingin segera ke sana, “ kata putriku, si anak tengah.

Malam itu semua anak tidur cepat. Hari sabtu tanggal 29 April 2017 anak-anakku bangun cepat, segera mandi dan sarapan. Ya mereka harus tetap pergi ke sekolah pagi itu, ada latihan gladi resik upacara pengibaran bendera dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional pada tanggal 2 Mei 2017. Kebetulan anakku yang sulung menjadi pemimpin upacara Hardiknas.  Tentu saja aku sebagai ibu sangat bangga melihat anakku menjadi tim pasukan upacara. Kuharap anakku mengerti mengapa hari pendidikan diperingati setiap tahunnya. Betapa jasa Ki Hajar Dewantara dalam memajukan pendidikan  di Indonesia tidaklah mudah.

Setelah latihan gladi resik usai, maka kami berangkat menuju Transera Waterpark yang terletak di Kota Harapan Indah, Bekasi.  Ternyata tak jauh dari rumah kami di Kelapa Gading, sehingga tak membuat kami terlalu lama di perjalanan. 


Aku membeli tiket masuk di kasir. Sebenarnya tersedia mesin Transera Ticketing Machine (TTM), yang memudahkan pengunjung membeli tket dan terbebas dari antrian. Namun karena ini pertama kalinya bagiku, dan aku kurang mengerti, maka aku membeli di kasir. Kedatangan kami selanjutnya akan mencoba beli via TTM deh.
Ini info harga tiket masuknya :
hari Senin-Jumat Rp.85.000,
hari Sabtu-Minggu & hari libur Rp.125.000,
namun pada high season Rp.150.000. 
Oh ya ada juga promo Friday Fun Day  setiap hari jumat hanya Rp. 55.000 tanpa syarat

Setelah membeli tiket, kami mendapatkan wristband, yang nantinya bisa diisi sejumlah saldo yang bisa digunakan sebagai alat transaksi selama di area Transera Watepark. Wristband ini digunakan untuk akses masuk, sewa locker, sewa ban,sewa gazebo, permainan di area dry park dan foodcourt.
Lalu kami menuju pintu masuk Transera Waterpark, di sana tas diperiksa, tidak boleh membawa makanan dan minuman dari luar. Namun bagi bayi dan anak diperbolehkan membawa susu. Petugas pintu masuk sangat ramah kepada pengunjung. Anak-anak pun langsung senang saat melihat Transera Waterpark. 

Luas dan besar banget area Transera Waterpark, banyak sekali wahana yang igin dicoba.
“ Hai, sabar dong nak, ganti baju dengan baju renang dulu dong !” seru ke anak-anakku yang langsung riang berlari ke sana ke mari ingin melihat semua wahana di Transera ini.
Setelah berganti baju renang, kami segera menuju area yang ingin kami coba pertama kali yaitu Turkana Pool. Anak-anakku sudah melakukan pemanasan tubuh dulu sebelum berenang.
Wah rupanya teman-temanku pun sudah hadir di sana. Jadilah kami bersilaturahmi sambil bergembira bersama. 



Ketiga anakku ingin mencoba wahana lainnya, lalu kami menyewa ban. Mereka menyusuri Zambezi River, sebuah kolam arus dengan design pinggir kolam yang indah, serasa berada di negeri lain.
Lalu anak-anak melihat wahana Cango Slide, wah mereka mencobanya. Ada 2 cango yang terbuka dan tertutup. Anak-anakku berani mencoba keduanya. Lalu menyarankan aku tuk mencobanya juga. Waduuh gimana yaaah…  Sebenarnya aku gak berani, tapi masa’ aku kalah sama anak-anakku, mereka aja suka dan melakukannya berulang-ulang.
“Baiklah, ayo kita coba sama2 yaaa,” kataku
Weleh serasa uji adrenalinku niih, ngeri-ngeri sedap deh. Ternyata emang seruuu banget. Anak-anak gembira banget udah berhasil ajak ibunya meluncur di wahana cango slide ini.


“Ayo bu, coba yang wahana Crazy Cone di sana, lebih seru deh bu” kata sulungku.
“Baiklah,” aku kan ibu yang baik dan tak ingin mengecewakan anakku, kuturuti maunya.
Sesampainya di atas ada seorang ibu yang urung ingin mencoba meluncur di Crazy cone ini, maka ia mempersilahkan aku dan anakku meluncur terlebih dahulu.  Wah ternyata wahana yang ini tak kalah seru, kita dihempas terombang-ambing hingga 3 kali di corong cone yang berbeda. Wahana Crazy cone ini asyik banget, banyak yang mengulanginya lagi, lagi dan lagi. Wahana ini pertama dan satu-satunya di Indonesia lhoo.. hanya ada di Transera Waterpark.

 “Wah bu kita sekarang sedang tidak pergi ke laut kan? Tapi tahu gak bu di sini ada kolam yang ada ombaknya” cerita anak-anakku.  Rupanya mereka sudah mencoba wahana Golwe pool yang dengan ombak buatan selama 15 menit setiap 1 jam sekali membuat perenang terombang-ambing, seru sekali, karena ombaknya cukup tinggi juga 1,80 meter.



Anak-anakku juga mencoba meluncur di wahana Mosi –OA-Tunya, waduh keren juga nih meluncur di sini. Cukup tinggi slide luncurannya dan bergelombang pula. Mereka bermain di sini sering, berulang-ulang, bahkan berlomba meluncur. Asyik banget deh.


Terkadang saking asyiknya berenang dan bermain, anak-anak jadi lupa makan. Namun akhirnya lapar pun tetap mendera, jadi mereka berhenti dulu deh berenangnya. Kami makan dengan membeli makanan yang tersedia di foodcourt. Banyak sekali pilihan makanan yang kita bisa nikmati, dan membayarnya pun mudah tidak perlu cash, cukup tempelkan saja wristband kita.

Selesai makan anak-anakku berenang dan bermain lagi di wahana-wahana yang tersedia di Transera waterpark ini. Sedangkan aku kembali berkumpul bersama teman-temanku. Ya tempat ini asyik juga lho untuk ajang silaturahmi bersama keluarga atau teman, seperti gathering, arisan, reuni, dan lain-lain. Tak salah nih kami memilih tempat wisata ini tuk berjumpa, fasilitas hiburannya ini lho, berkesan banget. Transera Waterpark ini merupakan lokasi wisata yang sangat luas, bahkan bisa menampung 10.000 orang, parker kendaraan juga bisa menampung 1311 kendaraan.  Jam operasionalnya mulai jam 10.00 – 18.00, kalau hari libur mulai bukanya lebih pagi, jam 8.00.
Lokasi wisata ini bernuansa Mediterania di Afrika, makanya serasa berpetualang berada di sini. Asyik banget.

Tak terasa hari mejelang sore, kami mulai mandi dan berganti pakaian. Namun setelahnya anak-anakku masih belum mau pulang, maka anak-anak mencoba permainan wahana dry park. Mereka coba bermain Gari-Gari yaitu semacam permainan bumper car. Sulungku bermain Ducky Dunks, bumper coat di atas kolam, seru juga karena ada tembakan airnya juga.

Ternyata sebentar lagi Transera sudah mau tutup, maka kami bergegas untuk pulang.  Semua karyawan  Transera yang kami jumpai sore itu sangat ramah, membantu kami bila kami membutuhkan sesuatu.  Anak-anakku pun puas sekali sepulang dari Transera Waterpark. Hingga hari ini pun, masih terkenang-kenang bermain di wahana –wahana yang berkesan bagi kami, seperti wahana Cango Slide dan Crazy Cone dan Mosi –OA-Tunya menjadi pavorit anak-anakku.
Hhhhmmm… kayaknya bakal sering nih kami ke Transera Waterpark di Kota Harapan Indah, Bekasi. 


Transera Waterpark juga ada websitenya lho bila pembaca ingin info lebih lanjut, silahkan buka link ini yaa.. http://transerawaterpark.co.id/en atau bisa juga bila ingin follow akun FB nya ada di akun ini Transera Waterpark atau follow akun istagramnya di akun @transerawaterpark.bekasi


Oh ya semua foto di atas dokumentasi pribadi yaah, juga video kecerian kami saat di Transera Waterpark berikut ini.  


 


Selasa, 11 April 2017

Yuk Jadi Bunda Tanggap Alergi


Hai Bundaaa.... 

Pernah gak menjumpai anak bunda kalau pagi hari suka bersin-bersin atau pilek? Pernah gak menjumpai kulitnya gatal-gatal dan ada ruam-ruam merah setelah makan sesuatu? Hhhhm hati-hati yaaah bundaaa.. jangan-jangan anak bunda mengalami alergi tuh.


Alergi adalah suatu reaksi yang berlebihan dari sistem kekebalan tubuh melawan zat-zat asing yang masuk ke dalam tubuh. Sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap zat-zat yang berbahaya bagi tubuh seperti virus dan kuman. Namun pada reaksi alergi, sistem kekebalan tubuh juga melawan zat-zat yang tidak berbahaya namun dianggap berbahaya, disebut juga alergen. Nah reaksi yang berlebihan ini bisa mengakibatkan bersin-bersin, pilek, ruam kulit, mata berair, gatal, mual dan diare, dan setiap orang reaksinya bisa berbeda-beda.


Pada hari Minggu tanggal 9 April 2017 kemarin, aku dan ketiga anakku mengikuti acara jalan sehat bersama yang diadakan Nutricia Sarihusada yang mengkampanyekan Bunda Tanggap Alergi dengan 3K (Kenali, Konsultasikan, Kendalikan) di Sarinah Thamrin Jakarta. Acaranya yang bertepatan dengan pelaksanaan hari bebas kendaraan bermotor tersebut sangat seru, menyenangkan dan meriah, serta dapat menambah wawasan bagi para peserta yang hadir.

Acara dimulai dengan olahraga bersama, lalu peserta mengikuti Fun Walk 2017 langkah, yang dimulai dari Sarinah hingga Bundaran Hotel Indonesia dan kembali ke Sarinah.
Fun Walk 2017 Langkah ini bertajuk "Tetap Ceria karena Bunda Tanggap Alergi"
Tetap ceria yuuk..
Peserta banyak sekali dan semangat semuanya mengkuti Fun Walk 2017 Langkah

General Manager Nutricia Husada, Gustavo Hildenbrand mengungkapkan, " 2017 langkah ini kami lakukan sebagai bentuk komitmen kami mengedukasi para orang tua untuk tanggap alergi pada anak. Langkah-langkah ini menggambarkan satu langkah para bunda dan orang tua yang hadir sanagat berarti untuk menyebarkan informasi tentang tanggap alergi pada para bunda yang lain."


Booth konsultasi dokter & nutrisi si Kecil

Di acara ini tersedia panggung acara, booth-booth edukasi, games, booth foto dengan pesan-pesan yang mengkampanyekan Tanggap Alergi. Bila bunda ingin mengkonsultasikan tentang kondisi kesehatan buah hatinya, maka bisa berkonsultasi dengan dokter di salah satu booth tersebut. Bila ingin bekonsultasi tentang nutrisi bagi si kecil juga bisa berkonsultasi dengan pakarnya di salah satu booth yang tersedia.  Anak-anak bisa juga melukis wajahnya di booth yang disediakan. Ada juga lomba mewarnai. Acara juga sangat seru karena ada pembagian door prize dan hadiah lomba live twit. 
Prof Budi & mbak Anna memberikan edukasi agar para bunda tanggap alergi dengan 3K

Edukasi kepada para bunda yang hadir disampaikan oleh seorang Konsultan Alergi dan Imunologi Anak, Prof, Dr. Budi Setiabudiawan, dr., Sp (A), M.Kes,  dan seorang Psikolog Anak dan Keluarga, Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., Psi. 
Menurut Prof Budi, cara paling tepat untuk menanggulangi alergi adalh dengan mengontrol dan mencegah reaksi alergi. Orang tua harus tanggap terhadap alergi dengan melakukan 3 K, yaitu: 

  • Kenali resiko dan gejalanya, 
  • Konsultasikan ke dokter agar si kecil mendapat penanganan yang tepat
  • Kendalikan penyebab alergi dengan nutrisi yang tepat agar si Kecil bisa tetap tumbuh dengan optimal. 
Faktor resiko seserang terkena alergi bisa dilihat dari faktor keturunan, dengan melihat riwayat alergi yang mungkin dialami oleh ayahnya, ibunya dan saudara kandungnya. Bila ayah ibunya ada riwayat alergi maka kemungkinan 80% anaknya akan mengalami alergi juga. Gejala alergi yang timbul juga harus diperhatikan, apakah gejalanya mengenai kulit atau pencernaan. Selanjutnya konsultasikan ke dokter untuk mengetahui jenis alerginya dan mendapatkan penanganan yang tepat. Bila gejala mengenai kulit maka akan diberi salep atau krim. Bila gejalanya batuk, pilek maka akan diberi obat batuk, pilek.  Bila mengenai pencernaan maka akan diberi obat yang sesuai sakitnya. Bila sudah diketahui seseorang alergi terhadap suatu zat makanan misalnya udang, maka sesorang harus menghindari makan udang. Adalah tidak benar dengan pendapat agar alerginya hilang maka harus diberi sedikit-sedikit makanan yang menyebabkan alergi padanya itu. Jadi misalnya bila seseorang alergi susu sapi, maka ia  bisa meminum susu yang khusus untuk penderita alergi (Hipoalergen).  Berikanlah nutrisi yang sesuai bagi penderita alergi.

Ketiga anakku berfoto bersama mbak Anna. Wah jadi tersemangat deh berkonsultasi dengn beliau

Ternyata alergi berpengaruh tidak hanya secara fisik saja, namun juga berpengaruh pada sisi psikologis bunda dan si Kecil. Menurut psikolog, Mbak Anna, untuk memaksimalkan perkembangan mental si Kecil yang memiliki alergi, maka bunda juga bisa menerapkan 3K, yaitu:
  • Kenali sifat anak, kemampuan diri sendiri, dan lingkungan sekitar anak. 
  • Konsultasikan pada dokter bersama anggota keluarga yang bisa memberikan dukungan moral.
  • Kendalikan dengan mengajarkan anak tentang makanan yang boleh ia makan dengan cara menyenangkan, membuatkan bekal yang menarik, dan jangan ragu informasikan kondisi anak pada guru atau orang tua teman.
Terkadang si Kecil bisa stress juga saat mengalami sakit akibat alergi lho.. akhirnya anak menjadi minder, kurang percaya diri dalam pergaulannya sehari-hari. Saat di sekolah ia tidak bisa makan seperti yang dimakan teman-temannya, akhirnya ia menarik diri dari pergaulan.
Sebagai seorang ibu pun terkadang menjadi frustasi dan stress memiliki anak yang menderita alergi sehingga terkadang menjadi tidak aktif produktif, menjadi letih dan lemah karena selalu merawat si kecil yang sakit. Hidup jadi tidak ceria. 
Menurut mbak Anna,  si Kecil bisa tetap ceria karena bundanya tanggap alergi dengan 3 K. Bunda harus selalu memotivasi, memberikan semangat kepada buah hatinya walaupun mempunyai alergi namun bisa tetap berprestasi berkarya dengan kelebihan yang dimilikinya dan si Kecil juga dapat bersosialisasi dengan lingkungannya sesuai usianya.  Bila anaknya semangat dan ceria, so pasti bundanya juga semangat dan ceria juga.
Demo masak oleh Chef Govnni, yummy

Pada acara ini juga diadakan demo masak oleh Chef Giovanni, mengajarkan para bunda agar kreatif menyediakan variasi makanan untuk buah hati. Walaupun si Kecil alergi, namun tak menghalanginya makan makanan yang enak sesuai nutrisi yang bisa dimakannya.

Nah, bunda teman-temankuuu.. juga tetap semangat dan ceria yaa.. ayo jadi bunda yang tanggap alergi. Oh ya, kampanye Bunda Tanggap Alergi dengan 3K ini udah 2 kali terselenggara.
Tahun lalu kampanye ini sudah mengedukasi lebih dari 53 juta bunda di Indonesia. Nah kampanye tahun ini juga bertepatan dengan World Allergy Week yang jatuh pada tanggal 2-8 April 2017, Nutricia Sarihusada berkomitmen secara berkelanjutan untuk memberikan edukasi seluas-luasnya kepada orangtua, khususnya para bunda di Indonesia untuk menangani alergi yang dialami si Kecil agar tetap ceria dan tumbuh secara optimal baik secara fisik maupun mental. Edukasi tentang alergi ini juga bisa didapat melalui website www.alergianak.com
Acara Fun Walk 2017 Langkah oleh Nutricia Sarihusada seruu & sukses.